![]() |
| Shinta U M S |
Kegelisahan ini bermula dari pertanyaan saya, bermula dari kata "eh, itu ada yang mau",lalu berujung pada "owh". Saat kata "owh" terucap, saat itu kita sebagai manusia tidak mau lagi peduli dengan apa kata orang, karena yang ada hanya sebait dan sebaris pemikiran kita saja. Seharusnya tidak demikian, kita harus lebih bisa respect dan peka, hingga nantinya kata "owh" tidak terucap dan tidak menimbulkan perselisihan dan ketegangan. Dan dimalam ini, layaknya manusia biasa, saya belajar satu hal tentang "Owh". Seharusnya saya menunggu kalimat dan kata selanjutnya dan tidak lantas membiarkan persepsi saya menguasai akan hal yang masih tampak samar samar. Hal sepele memang, tapi kita terlalu sering disepelekan oleh hal yang sepele.
Selanjutnya saya hanya berharap, keadaan membaik esok hari, dan sekali lagi saya akan berjuang melawan "jarak" yang seolah menjadi lawan yang tidak pernah mau berkawan. Bagi saya, jauh sebelum ini terjadi, "jarak" hanyalah pengalihan isu manusia yg gagal. Mereka enggan membahas masalah yang lebih subtansif hingga akhirnya bermuara pada "jarak". Bagi saya, "jarak" hanya masalah hitungan angka dikertas, hanya sebuah nominal tak beraturan dan sebuah data yang masih bisa diperdebatkan. Kita terlalu congkak jika akhirnya menyerah pada "jarak".
Terakhir untuk malam ini, terima kasih untuk hari yang menyenangkan di telpon dan di inbox FB. Kamu cantik.

0 komentar:
Posting Komentar