Sabtu, 14 September 2013

Berat !!!!

Standard
Ini malam minggu kan ? harusnya saya sedang merancang mau pergi kemana nanti malam dan dengan siapa. Tapi tidak berlaku beberapa bulan ini.

Akhir pekan ini, mata saya tertuju pada tumpukan modul dan materi materi kuliah. Sebagian harus saya baca sebagai bahan mengajar mata kuliah tersebut, sebagian lagi harus saya baca guna mulai untuk "nyicil" skripsi. Parah. Saya seperti seorang yang lagi selingkuh dengan perempuan lain padahal masih dalam sebuah hubungan. Meskipun hubungan yang rumit. Percayalah, ini rumit.

Sungguh pagi yang berat. Akan semakin berat jika pagi ini kamu juga meminum secangkir kopi, lalu tiba tiba mules kemudian. Seberat ungkapan seseorang yang sangat dekat denganmu dulu dan dia bilang

"ia, aku udah jadian, satu bulan yang lalu."

Jleb. Kiamat datang lebih cepat dari perkiraan. Saya tidak pernah sedekat ini dengan kematian. Anda kalah satu langkah lagi ternyata. Ini dilematisnya hidup, kadang mereka datang disaat yang tidak tepat. Tapi, saat waktunya seakan akan sudah tepat, mereka sudah menghilang satu persatu. Tapi itulah pilihan. Pilihannya, saat hujan datang kamu mau pake mantel atau malah hujan hujanan saja ?.

Saya yakin, kamu pasti juga pernah mengalaminya. Saat masih dalam sebuah hubungan, datang begitu banyak tokoh baru dalam hidup mu, yang seakan akan memberikan mu opsi dua pilihan yang tidak pernah kamu inginkan sebelumnya.

"pilih dia, atau aku" 
Saya heran, kita tidak sedang dalam masa pemilu tapi harus disuruh milih. Pilih dia yang sudah lama dengan kita dan sudah mengerti kita (mungkin), atau dia, tokoh baru yang masih memberikan hal hal manis (semanis masa kampanye calon legislatif) dalam situasi dan kondisi yang sebenarnya jelas namun rumit. Jelas karena pada waktu itu kamu masih dalam sebuah hubungan, rumit karena ternyata sang tokoh baru menjejali mu dengan kebahagian kebahagian baru, dan tanpa sadar kamu mulai membanding bandingkan nya.

Pagi ini semuanya memang berat, seberat modul yang harus saya baca, seberat ungkapannya tadi, dan seberat sebuah hubungan yang lantas memburuk setelah jadi mantan. Padahal saya ingin semuanya

"Everythink gonna be ok"

0 komentar: