Kamis, 12 September 2013

Statusisasi Hati

Standard
Pagi ini rasanya semuanya berat, seberat melepas masa lalu dan kenangan lama tentang cinta pertama, tentunya bagi kamu yang percaya dengan cinta pertama dan ungkapan selanjutnya yang mengatakan

"cinta pertama tak pernah mati"
Tapi itu sebenarnya tidak berlaku bagi saya. Saya mamalia yang sangat bosan jika harus mengingat kenangan lama dengan seseorang.  Tapi, saya juga tidak akan menyalahkan kamu jika kamu termasuk orang yang selalu menjaga kenangan lama mu. Saya tidak akan memaksakan satu hal pun, terkecuali kamu menginginkannya.

"kamu adalah tuan untuk pikiranmu sendiri"
Ini untuk kali pertama saya tidak akan mencoba membandingkan atau menyamakan anda dengan binatang binatang lainnya. Apalagi jika binatang itu kesannya cemen. Seperti semisal ungkapan

"cinta monyet" 
apa kamu mau cinta mu di ibaratkan monyet ? kalau cinta mu kaya monyet jangan jangan tiap hari kamu cuma ngasih pisang buat gebetan mu ? kado yang manis. Atau mungkin saat kencan kalian akan cari pohon yang rindang dan banyak batang batangnya biar kalian bisa bergelantungan ? sungguh kencan yang romantis. Maka penting untuk tidak menyamakan dengan monyet. Cobalah untuk mencari binatang yang lebih jantan, semisal kampret. Jadi mungkin akan berubah jadi "cinta kampret". hahahaha ^__^.
Statusisasi Hati

Saat dalam perjalanan kekampus jogja, ada pemandangan yang manis. Semanis gula dengan semutnya, Atau semanis madu dengan kumbangnya. Saya terusik dengan pemandangan bapak dan ibu tua, umurnya sekitar 50 tahunan lebih.  Mereka datang beberapa menit setelah saya duduk dengan sangat nyaman dan hampir tertidur, mereka duduk disamping saya, bukan disamping pak kusir yang sedang bekerja mengendalikan kuda supaya baik jalannya. Percayalah, bukan seperti itu. Mereka mengambil posisi duduk yang paling nyaman untuk mereka, Saya bersyukur karena mereka tidak mengambil posisi nungging, karena saya pasti akan sangat shock. ^__^.

Setelah berjalannya waktu, kereta mulai melaju, mereka mulai mengumbar cerita mereka berdua. Bukan, bukan masalah apa yang mereka ceritakan yang membuat saya jadi perhatian sama mereka (dalam kasus ini tolong jangan disamakan dengan perhatian untuk gebetan). Perlahan tapi pasti, mereka mulai mesra, pegangan tangan, bersandar, saling menatap dengan tatapan penuh arti, dan melupakan saya yang seorang jomblo yang duduk pas disampingnya. Harusnya mereka dapat memahami situasi saya, dimana mungkin seorang jomblo akan merasa terusik jika melihat sepasang mamalia mesra mesraan. Tapi ya sudahlah, dua kupu kupu yang saling terbang dan berkejaran dilangit juga tidak akan memperdulikan kupu kupu lainnya. Pas, kaya gitu.

Tapi, sebenarnya saya heran. Diumur yang setua itu mereka masih sangat terlihat mesra dan manis, beda. Beda dengan para ABG yang cuma manis saat PDKT atau jadian, pas udah nikah, maka gelas, piring, dan perabotan rumah tangga seakan akan jadi meriam meriam dadakan. Bukankah kita harusnya bisa mengambil manfaat dan pelajaran dari hal hal sekecil ini ? bahwa sebenarnya "cinta" yang selama ini kamu gembar gemborkan bukan tentang soal, cantik, tampan, muda ataupun kaya. Tetapi tentang hal bagaimana kita nyaman,aman, dan percaya. Ini tentang "Statusisasi Hati" yang tidak dapat dibohongi. Bukan "konspirasi kemakmuran", bukan pula "labil ekonomi", dan jangan pernah bilang "belajar harmonisasi dari hal kecil sampai besar". Aneh.

0 komentar: