Kamis, 21 November 2013

Sedang PDKT dengan Gebetan Baru

Standard
Beberapa hari ini saya sedang dilanda keresahan yang mendalam, bukan lantaran habis ditolak cewe, bukan, bukan karena itu. saya sendiri saja sudah lupa kapan terakhir jadian, eiitss,. tapi karena masalah ini, SKRIPSI. sungguh untuk kali ini saya harus bilang bahwa saya sudah nyaris kehabisan akal untuk bisa menghadapi satu hal ini, disaat saat seperti inilah saat dimana saya benar benar dekat dengan kematian. huh. 

SKRIPSI. hemmmss , entah harus dari mana saya mulai mengerjakannya dan juga mau tentang apa. saat saat seperti ini memang menjadi saat saat dimana saya tidak tahu dan bingung dalam menjalankan suatu hal, serasa tidak ada passion dan gregetnya. hingga semua hal saya rasa hambar. jangankan untuk ngerjain skripsi, untuk pdkt ma cewe saja saya lupa gimana caranya. sekarang bagi saya itu cewe seperti tokoh kartun yg freak dan nda bisa ditebak apa maunya, hemms. 

tapi, ngomongin skripsi ma pdkt ? sama ga ya ? mungkin seperti ini, saat pdkt biasanya kita akan melakukan berbagai macam pendekatan. pendekatan persuasif, pendekatan personal dan lain sebagainya. tapi bagi saya, itu tidak jauh berbeda masa kampanye calon legislatif. ia, benar. pdkt memang seperti masa kampanye. ga percaya ?, saat pdkt biasanya semua orang akan mengumbar hal hal manis dan janji janji surga. tidak sedikit orang yang akan bilang seperti ini :


"bersamamu akan merasa lengkap", "saat sama kamu aku jadi ngerasa bahagia banget, aku pengin terus terusan bahagia ma kamu, ijinkan aku membahagiakan mu ya?"

anjiiiirrrrr.... kalimat seperti itu kesannya bokis dan freak abis.
pertama, apa sebelum kamu ketemu sama gebetanmu yg sekarang itu kamu merasa kurang ? kurang kaki gituuu?, tangan lepas gituu ? atau mulut yg ga tau dimana gitu ? ga juga kan ?. soo, biasa aja donk. 

lalu selanjutnya, hal hal manis seperti itu hanya akan terjadi di awal awal saja, bulan pertama deket, bulan kedua makin deket, bulan ketiga deket banget, bulan keempat mulai posesif, bulan kelima ngalarang ngalarang, bulan keenam curigaan, bulan ketujuh mis komunikasi, bulan ke delapan PUTUS. hal seperti ini mirip seperti kasus para legislatif. bulan pertama masa kampanye semuanya manis manis, bulan pertama jadi anggota dewan masih manis, bulan kedua makin manis, bulan ketiga mulai mbolos rapat, bulan keempat tidur saat rapat, bulan kelima lobi lobi, bulan keenam mbahas uud, bulan ketujuh mulai nakal, bulan kedelapan dicurigai korupsi, bulan kesembilan DITAHAN KPK. Miris.
ragil , skripsi, TA, BSI,
Skripsi


"buat apa ada sang manis kalau pahit menyedihkan".
lalu buat apa cape cape pdkt kalau akhirnya putus juga???. hemsss, tapi mungkin kali ini saya memang harus melakukan pdkt kepada yang namanya skripsi. entah bagaimana caranya entah apa usahanya, yang jelas ini harus bisa saya atasi. tapi satu yg pasti, pdkt dengan skripsi tidak mengharuskan saya mengeluarkan biaya untuk pulsa, martabak, kencan di mall dan sebagainya. paling tidak ini jauh lebih murah. 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

pak dosen galau terus