Sabtu, 12 April 2014

Serba Diam Diam

Standard
Tidak terasa yah, bentar lagi mau puasa lagi?, waktu memang berlalu begitu cepat hingga kita tak sempat mengenang apa apa yg telah kita lalui dan apa apa yang telah kita tinggalkan atau meninggalkan kita. Bagi sebagian orang, mungkin ada tempat untuk mengenang dan mengingatnya, tapi tidak bagi saya. Hingga saya pun tak sadar kalau sudah mau 2 tahun saya jomblo, eh, tunggu, bener 2 tahun ? hemmm, entahlah. Kegusaran utama saya sebenarnya bukan masalah jomblo, tapi juga entah tentang apa, saya masih mencoba mencari jawabannya, diantara semak belukar, rumput ilalang dan bahkan tumpukan sampah. Saya mecoba mencarinya diam diam, tak meninggalkan jejak, agar tak terendus anak tetangga sebelah.

Diam diam ? diam diam adalah pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan. Kamu melakukannya secara sembunyi sembunyi, mencoba tak bersuara agar tak menimbulkan kebisingan atau kegaduhan, pelan pelan, tanpa jejak, karena semua bermuara pada satu kata, diam diam. Saya yakin, semua orang pasti pernah melakukan yang namanya diam diam.
PILEG 2014

Setiap orang pasti pernah melakukanya, saya yakin itu, pasti. Kita pasti pernah mencoba untuk diam diam mencontek saat ulangan atau tes, atau bahkan saat UN. Ya, semua serba diam diam, diam diam kita melemparkan kertas untuk menanyakan jawaban, diam diam kita memberikan kode untuk menanyakan atau memberikan jawaban. Semua serba diam diam, semua dilakukan dengan pelan, tanpa suara, mengendap, dan bahkan mungkin malah tanpa jejak. Diam diam menjadi sebuah kegiatan yang sukses jika tak ada satu orangpun yang tahu kamu melakukannya, akan lebih hebat lagi jika cicak juga tak sadar kamu sedang melakukannya diam diam. Hebat.

Kadang sebuah kegiatan yang mungkin memalukan juga dilakukan diam diam, pernah kamu menahan atau kentut diam diam? apa salah kentut sehingga kamu melakukannya diam diam? kentut bukanlah mencontek yang jika ketahuan guru kamu bisa dikurangi nilainya, lalu kenapa juga harus dilakukan diam diam? saat kentut dilakukan diam diam ini pasti akan sangat menyiksa, bagaimana kamu harus menahan perut dan nafas agar berajalan teratur dan tidak menghasilkan dorongan yang bisa  membuat gas hina itu malah keluar, semua serba diam diam. Tapi menurut saya, semamalukan apapun kentut, dia tak pantas mendapatkan perlakuan tidak kentutisawi seperti tersebut (kentutisawi adalah sebuah paham semacam manusiawi dan semacamnya :) karena kentut jauh lebih lebih mulia dari korupsi.

Korupsi, bukankah ini kegiatan yang amat memalukan? dan juga dilakukan secara diam diam?. Bahkan, kegiatan diam diamnyapun lebih terencana dan terstruktur, kita membuat kata sandi yang tidak bisa dimengerti publik, seperti apel malam dan mungkin juga durian montok. Lalu kita membuat transaksi transaksi aneh, melakukan pencucian uang dengan bentuk yang beraneka rupa, dari mobil mewah sampai tanah lapang. Semua serba diam diam tapi sangat terstruktur dan terencana. Semua serba diam diam demi sebuah tujuan iblis yang menyengsarakan umat.

Tapi, ada satu kegiatan diam diam yang paling dan amat menyiksa, yaitu, jatuh cinta. Ya, jatuh cinta diam diam itu seperti kegiatan mati segan hidup pun tak mau. Tanpa saya beritahukan dan ceritakan pun, pasti kalian sudah paham bagaimana rasanya jatuh cinta diam, kamu diam diam mencari tahu segala sesuatunya diam diam, mulai dari dia biasa tidur jam berapa, bangun jam berapa, suka makan apa, bahkan pake CD warna apa? (ga, lo yg terakhir cuma becanda ya, ga usah mikir macem macem keelleeezz) intinya semua serba diam diam. Mencoba tak meninggalkan jejak, agar dia tidak tahu kalau kita suka sama dia, mencoba tidak menimbulkan suara agar dia tak terganggu dengan perhatian kita. Jatuh cinta diam diam itu susuah, bahkan juga susah saat dia tahu dan tak pernah bisa percaya kalau kita atau saya atau kamu suka sama dia, karena semua yang kita lakuin itu diam diam. Tanpa bukti, tanpa jejak dan tanpa fakta.

Ngomongin diam diam, diam diam dari tadi saya bolak balik hapusin kata karena menurut saya kurang sesuai, ngomongin diam diam, dari tadi saya nahan niat ingin kebelakang guna menyelesaikan tulisan freak ini. Ngomongin diam diam, diam diam saya nda suka lo saya punya cewe tapi masih suka ngangenin mantan (uuppppsss, untung jomblo), ngomongin diam diam, diam diam saya belajar jantan untk tidak lagi diam diam melakukannya. 



0 komentar: