" saya sudah tau siapa kamu sekarang "Dari ungkapan diatas, sebenarnya maknanya bisa jadi jamak, bisa bermacam macam, tergantung persepsi siapa yang melihatnya. Kalau kamu dapetin ungkapan seperti itu, maka apa yang ada dalam benak mu ? tapi alangkah baiknya jika kita tidak terburu buru mengambil kesimpulan. Sadar tidak sadar kita terlalu cepat mengambil kesimpulan yang sering kali itu salah. Kamu tidak akan bisa mengambil sebuah kesimpulan akan suatu hal untuk sesuatu yang masih abu abu, tidak hitam, tidak putih, tapi abu abu. Seperti halnya, kamu nda bisa bilang "itu kopinya kepaiten, tambahin gulanya donk", tanpa kamu mencoba kopi tersebut, apalagi ditambah jika kamu bukan yang buat kopi itu,ditambah kamu nda suka kopi ternyata. Parah.
Sekarang, mari coba kita pelajari cara bagaimana membuat kopi. Ini penting, sepenting nyenengin gebetan kamu biar dia nda marah marah terus. Penting kan ?.
![]() |
| Secangkir Kopi |
Pertama, akan ada dua versi yang muncul. Taruh gulanya dulu atau taruh kopinya dulu ? proses ini tergantung pribadi masing masing. Kasusnya akan sama kaya kamu lagi PDKT ma cewe. Pilihannya juga ada dua, pertama kamu akan menonjolkan hal hal manis tentang kamu, atau malah sebaliknya. Kamu nonjolin sisi buruk dalam hidup mu, semisal , aku punya 7 mantan waktu SMP, pernah ditolak cewe sama satu cewe sampai 7 kali di SMP (ini karena saya akil baligh terlalu dini, pas TK aja saya sudah naksir guru TK ku, alasanya simpel, dia sangat keibuan. Parah). Atau hal lain yang kesannya gagah tapi asline memalukan ?, kaya misalkan kamu pernah jualan mainan pas lebaran dan laba cuma 7.500, jadi tukang parkir sejak SD sampe SMA, jadi guru Pramuka di bayar 50rb sebulan (ini sungguh aku banget). Semua akan bermuara pada yang namanya pilihan,dan pilihan akan disertai dengan akibat. Persis seperti hujan yang datang saat mendung. Dua pilihan yang saya pikir tidak mudah tapi juga tidak sulit.
Setelah proses pertama selesai pastinya lanjut ke tahap kedua. Banyak dan sedikitnya air akan berpengaruh pada kekentalan kopi, jangan kebanyakan air karena nanti jadi terlalu encer. Seperti kamu harusnya tidak banyak gombal agar tidak jadi basi. Kalau kamu banyak gombal, terima saja saatnya dia bilang
"omonganmu itu kaya nasi yang didiemin dua hari, Basi!!".
Ini yang terakhir, jangan pernah meminum kopi jika belum kamu aduk. Pait. Mirip kasus dimana kamu sebenarnya tidak bisa melupakan kenangan lama tapi mencoba membuka hubungan dengan orang lain. Pait juga. Yang timbul hanya akan ada pernyataan "ternyata kamu ga kaya dia". Pait, pake banget. Saat kopi sudah diaduk, maka aromanya akan sangat menggoda dan manisnya pas, ga setengah setengah. Seperti sebuah hubungan yang kamu bina dengan meninggalkan kenangan lama dan tidak mencoba untuk membanding bandingkannya, manisnya pas. Ga setengah setengah. Kita sebenarnya hanya terlalu sibuk membandingkan "dia" dengan "dia" lainnya, kalau masih mengharapkan "dia" yang kamu inginkan itu, ya kejar, jangan menganggapnya mati padahal kamu masih teramat sangat suka padanya.
Saat sekarang saya jadi ingat ungkapan jawa pada postingan saya sebelumnya,"becik ketitik ala ketara". Padahal, sebelum saya memposting cerita cerita ini (pada 2 atau 3 postingan sebelumnya), saya sering kali memposting semua saat saya masih bersamanya, mencoba menarik perhatiannya dan berharap ada tanggapan. Tapi nyatanya tidak. Maka, saya masukan kembali postingan itu ke draft dan tidak saya publikasikan. Judul postingannya seperti, "senyum pertama darinya", dll. Tapi nihil. Saat saya bikin seperti ini, tanggapannya sangat cepat.
Biasanya saya akan mengungkapkan kata terakhir yang setidaknya mirip atau ada hubungannya dengan judul. Tapi, sepertinya tidak kali ini. Secangkir kopi sudah tidak di maknai lagi artinya. Sudah mulai kehilanga identitas dan lenyap ditelan egonya jaman.

0 komentar:
Posting Komentar